Akuntanzi

F&B (restoran)

Lini F&B dibuat untuk restoran, kafe, dan jaringan outlet. Pelayan mencatat pesanan per meja, dapur melihat tiketnya di layar, bahan baku berkurang otomatis menurut resep, dan kasir menerima pembayaran seperti biasa. Halaman ini menjelaskan setiap langkahnya dari awal, termasuk dapur pusat, kiriman stok antar cabang, dan apa yang tercatat di pembukuan.

1. Gambaran lini F&B

Lini F&B adalah paket tambahan untuk usaha makanan dan minuman. Isinya: menu dengan harga per outlet, resep yang menentukan bahan yang dipakai tiap porsi, papan meja dan pesanan, layar dapur, stok bahan, kiriman stok antar cabang, purchase order ke pemasok, serta laporan penjualan menu dan food cost.

IstilahArtinya
OutletSatu tempat usaha tempat Anda melayani tamu. Di Akuntanzi, satu outlet sama dengan satu cabang. Menu, meja, dan pesanan dicatat per cabang yang sedang Anda pilih.
ResepDaftar bahan dan jumlahnya untuk membuat satu porsi menu. Dari sinilah stok bahan berkurang otomatis dan food cost dihitung.
Food costBiaya bahan dibagi harga jual, dinyatakan dalam persen. Food cost 30% berarti dari tiap Rp100 penjualan, Rp30 habis untuk bahan.
Satuan dasarSatuan terkecil yang dipakai mencatat stok sebuah bahan, misalnya gram atau mililiter. Lihat panduan Stok bagian Satuan dan konversi.
Dapur pusatCabang yang membuat bahan setengah jadi (misalnya saus atau bumbu dasar) untuk dikirim ke outlet-outlet.

Siapa boleh melakukan apa diatur lewat izin staf. Pemilik perusahaan selalu boleh semuanya. Untuk staf, beri izin berikut di menu Anggota:

IzinUntuk apa
F&B — lihatMelihat menu, resep, food cost, dan pengaturan, tanpa mengubah.
F&B — kelolaMengatur menu, harga outlet, resep, meja, tambahan menu, stasiun dapur, dan pengaturan F&B.
F&B — pesananPelayan atau kasir restoran: membuka pesanan, menambah menu, mengirim ke dapur, meminta tagihan, menandai menu habis di outletnya, dan menyajikan hidangan yang sudah siap.
F&B — dapurJuru masak: memakai layar Dapur untuk mengubah status tiket menjadi Dimasak atau Siap.
F&B — produksi dapur pusatMembuat batch produksi, mengirim stok antar cabang, serta membuat dan memproses permintaan stok.
F&B — purchase order dan penerimaanMembuat purchase order ke vendor dan menerima barangnya.
Pembayaran tetap lewat kasir
Menerima uang dari tamu memakai izin kasir yang sama seperti usaha lain, bukan izin F&B. Pelayan hanya membuat tagihan; kasirlah yang menerima pembayarannya.
Paket langganan
Menu F&B tersedia bila paket langganan perusahaan mencakup lini F&B. Bila langganan berakhir, data lama tetap bisa dibaca, tetapi menambah atau mengubah data tidak bisa sampai paket aktif lagi.

2. Persiapan awal

Lakukan sekali per perusahaan sebelum menerima pesanan pertama. Urutannya: isi data standar, periksa akun, tentukan peran dan pajak tiap cabang, lalu buat meja.

Langkah 1. Isi data standar.

  1. Buka F&B > Pengaturan F&B. Anda butuh izin F&B — kelola dan izin kelola akun.
  2. Klik Isi standar F&B. Sistem membuat yang belum ada: satuan standar (gram, mililiter, porsi, dan sebagainya), kode pajak PB1 10%, akun Persediaan Keluar Belum Tercatat Masuk, akun Beban Bahan Terbuang, akun Persediaan Dalam Perjalanan, dan item jasa Service Charge. Akun-akun itu langsung dipasang di kolom pengaturan yang masih kosong.
  3. Muncul pesan jumlah data standar yang dibuat, atau Semua data standar sudah ada bila sebelumnya sudah dibuat. Tombol ini aman diklik berulang kali dan tidak menimpa pengaturan yang sudah Anda isi sendiri.

Langkah 2. Periksa kartu Stok tertunda & ambang (berlaku untuk seluruh perusahaan).

KolomFungsi
Akun perantara stok tertundaAkun kewajiban penampung biaya sementara ketika bahan sudah dikirim ke dapur tetapi stoknya belum tercatat masuk. Penjelasannya ada di bagian Stok tertunda.
Akun beban bahan terbuangAkun beban tempat bahan yang terbuang dicatat, misalnya karena pesanan dibatalkan setelah dimasak.
Akun persediaan dalam perjalananAkun aset penampung nilai stok yang sudah dikirim antar cabang tetapi belum diterima. Wajib terisi sebelum Anda memakai transfer stok.
Batas umur (hari)Opsional. Kirim ke dapur ditolak bila stok tertunda tertua lebih tua dari batas ini.
Batas nilai (Rp)Opsional. Kirim ke dapur ditolak bila total nilai sementara stok tertunda melebihi batas ini.

Langkah 3. Atur tiap outlet. Di halaman yang sama ada satu kartu bernama Outlet: nama cabang untuk setiap cabang Anda.

KolomFungsi
PeranOutlet (melayani tamu dan membuka pesanan), Dapur pusat (membuat bahan setengah jadi), atau Gudang. Pesanan meja hanya bisa dibuka di cabang berperan Outlet, dan batch produksi hanya di cabang berperan Dapur pusat.
Kode pajak outletPajak yang dikenakan pada pesanan di outlet ini, misalnya PB1. Mengalahkan kode pajak bawaan di tiap menu, karena tarif pajak restoran bisa berbeda antar daerah. Kosong berarti ikut kode pajak bawaan menu.
Biaya layanan (%)Persen biaya layanan (service charge) yang ditambahkan pada tagihan, 0 sampai 100. Isi 0 bila tidak memungut.
Item biaya layananItem jasa untuk baris biaya layanan di tagihan. Wajib dipilih bila persennya lebih dari 0. Item Service Charge dari data standar bisa dipakai.
Pemasok waralabaHanya relevan bila cabang ini memasok bahan ke mitra waralaba. Abaikan bila tidak.

Langkah 4. Buat meja. Buka F&B > Meja, klik Tambah, lalu isi Kode (misalnya T1), Nama (Meja 1), Area (Lantai 1, Teras, dan sebagainya), Kapasitas, Urutan, dan Status. Meja dikelompokkan per Area di papan pesanan. Meja yang pernah dipakai pesanan tidak bisa dihapus; ubah Status-nya menjadi Nonaktif.

PB1 bukan PPN
PB1 adalah pajak restoran yang dipungut pemerintah daerah. Ia dicatat sebagai pajak daerah, tidak diperhitungkan dalam kompensasi PPN, dan muncul di Rekap Pajak Per Masa pada blok tersendiri. Pastikan tarifnya sesuai peraturan daerah Anda.

4. Resep dan food cost

Resep memberi tahu sistem bahan apa saja yang keluar dari stok setiap kali satu porsi menu dipesan. Resep punya versi supaya perubahan resep tidak mengacaukan catatan lama.

StatusArtinya
DrafMasih bisa diubah atau dihapus. Belum dipakai pesanan.
AktifResep yang dipakai. Hanya satu versi aktif per menu, dan resep aktif tidak bisa diubah. Untuk perubahan, buat Versi baru.
DiarsipkanVersi lama yang digantikan saat versi baru diaktifkan.

Membuat resep menu.

  1. Buka F&B > Resep (atau klik Resep pada menunya di daftar menu), lalu klik Resep baru untuk menu ini.
  2. Isi Hasil: jumlah porsi yang dihasilkan satu resep. Untuk menu biasa isi 1.
  3. Klik Tambah bahan lalu pilih bahan (barang jenis Persediaan). Isi Jumlah bersih, yaitu jumlah yang benar-benar masuk ke piring. Isi Susut % (0 sampai 90) bila ada bagian yang terbuang saat dipersiapkan, misalnya kulit bawang. Kebutuhan kotor dihitung sistem: jumlah bersih dibagi (1 dikurangi susut).
  4. Ulangi untuk semua bahan. Satu bahan tidak boleh muncul dua kali.
  5. Klik Simpan draf untuk menyimpan dulu, atau Simpan & aktifkan bila resep sudah final. Draf yang disimpan dulu diaktifkan lewat tombol Aktifkan. Versi aktif sebelumnya otomatis diarsipkan.

Contoh. Nasi Goreng dijual Rp35.000. Resepnya untuk 1 porsi:

Nasi putih

Jumlah bersih
200 g
Susut
0%
Kebutuhan kotor
200 g
Biaya per satuan
Rp12
Biaya
Rp2.400

Telur

Jumlah bersih
1 butir
Susut
0%
Kebutuhan kotor
1 butir
Biaya per satuan
Rp2.200
Biaya
Rp2.200

Kecap manis

Jumlah bersih
15 ml
Susut
0%
Kebutuhan kotor
15 ml
Biaya per satuan
Rp20
Biaya
Rp300

Bawang merah

Jumlah bersih
20 g
Susut
10%
Kebutuhan kotor
22,22 g
Biaya per satuan
Rp40
Biaya
sekitar Rp889

Minyak goreng

Jumlah bersih
10 ml
Susut
0%
Kebutuhan kotor
10 ml
Biaya per satuan
Rp20
Biaya
Rp200

Biaya bahan per porsi sekitar Rp5.989, sehingga food cost = 5.989 / 35.000 = sekitar 17,1%. Setiap Nasi Goreng yang dikirim ke dapur mengurangi stok nasi 200 g, telur 1 butir, bawang 22,22 g, dan seterusnya.

Melihat food cost. Di daftar menu, klik Food cost pada menunya. Halaman itu menampilkan Biaya bahan, Harga jual (harga di outlet yang dipilih), Food cost, dan Margin kotor, serta rincian per bahan lengkap dengan Sumber biaya. Biaya per satuan diambil dengan urutan: Rata-rata stok outlet, lalu Pembelian terakhir outlet, lalu Pembelian terakhir company, lalu Harga beli katalog. Bila tidak ada yang cocok, tertulis Belum ada biaya dan persentasenya belum bisa dihitung.

Hanya estimasi
Angka di halaman Food cost dipakai untuk menentukan harga jual. HPP di pembukuan memakai biaya stok yang benar-benar terpakai saat pesanan dikirim ke dapur, jadi bisa sedikit berbeda.

Barang setengah jadi. Bumbu dasar atau saus yang dipakai banyak menu bisa dibuatkan resepnya sendiri lewat tombol Resep barang setengah jadi. Pilih Barang setengah jadi (barang Persediaan hasil resep) dan Mode:

ModeArtinya
Setengah jadi (diratakan ke bahan dasar)Tidak punya stok sendiri. Saat menu yang memakainya dipesan, sistem menguraikannya langsung ke bahan dasarnya.
Setengah jadi (diproduksi & disimpan)Dibuat dalam batch di dapur pusat dan punya stok sendiri. Lihat bagian Dapur pusat dan produksi.
Batas resep bersarang
Resep boleh memakai barang setengah jadi sampai maksimal 3 tingkat, dan tidak boleh saling memanggil melingkar (A butuh B, B butuh A). Sistem memeriksanya saat resep diaktifkan dan akan menolak serta menyebut resep yang bermasalah.

5. Tambahan menu

Tambahan menu adalah pilihan yang bisa dipilih tamu pada sebuah menu: level pedas, topping, ukuran, atau ganti nasi dengan kentang. Pilihan dikelompokkan dalam grup, dan tiap grup punya aturan berapa yang boleh dipilih.

  1. Buka F&B > Tambahan Menu, klik Tambah.
  2. Isi Nama grup (misalnya Level Pedas). Pilihan minimal 0 berarti tamu boleh tidak memilih; angka 1 berarti wajib memilih satu. Pilihan maksimal kosong berarti tanpa batas.
  3. Klik Tambah opsi lalu isi nama opsi dan Selisih harga. Selisih harga ditambahkan ke harga menu per porsi, boleh 0 atau negatif.
  4. Bila opsi mengubah bahan, klik Tambah bahan di bawah Bahan per porsi. Mode Tambah menambah bahan per porsi (misalnya keju 20 g), sedangkan mode Ganti membuang satu bahan dari resep menu dan menggantinya (misalnya mengganti nasi dengan kentang). Bahan yang diganti harus bahan langsung dari resep menu.
  5. Klik Simpan.
  6. Pasang grup ke menu: buka form menu, lihat bagian Grup tambahan, lalu pilih grup yang tampil saat pelayan memesan menu itu. Tombol Kelola grup tambahan membawa Anda ke daftar grup.
Contoh
Grup Ukuran (wajib pilih 1): Reguler Rp0 dan Besar +Rp5.000. Opsi Besar bisa memakai mode Tambah untuk menambah 100 ml susu per porsi, sehingga stok susu ikut berkurang lebih banyak.

6. Meja, pesanan, dan tagihan

Layar kerja pelayan ada di F&B > Pesanan (POS). Layar ini menampilkan papan meja outlet yang sedang dipilih, dikelompokkan per Area. Setiap meja punya status: Kosong, Terisi, atau Menunggu bayar. Tombol Segarkan memuat ulang papan.

Alur satu pesanan.

  1. Ketuk meja kosong. Isi Jumlah tamu dan Nama pelanggan (keduanya boleh kosong), lalu klik Buka pesanan. Untuk pesanan bawa pulang, pakai Take-away dan isi nama pelanggan agar mudah dipanggil.
  2. Pilih menu di sisi layar (ada kolom Cari menu dan filter kategori). Menu bertanda Habis tidak bisa dipilih. Pada menu yang punya tambahan, pilih tambahan yang diminta tamu; grup yang wajib akan memberi peringatan Lengkapi pilihan bila belum dipilih. Isi jumlah dan Catatan (misalnya tanpa bawang), lalu klik Tambah ke pesanan.
  3. Baris baru berstatus Draf: belum diketahui dapur, dan masih bisa diubah atau dihapus lewat Ubah baris dan Hapus baris.
  4. Klik Kirim ke dapur. Semua baris Draf berubah menjadi Terkirim, tiket muncul di layar Dapur, dan bahan menurut resep keluar dari stok. Muncul pesan jumlah baris yang dikirim. Setelah terkirim, harga dan resep baris itu dikunci.
  5. Tamu minta tagihan: klik Minta tagihan. Pilih baris dan jumlah yang ditagih (hanya baris yang sudah dikirim ke dapur), lalu klik Buat tagihan. Service charge dan pajak dihitung saat tagihan dibuat.
  6. Tagihan muncul pada daftar Tagihan di pesanan dengan keterangan Bayar di kasir. Kasir membukanya di Penjualan > Tagihan belum dibayar lalu klik Bayar dan memilih metode pembayaran. Pembayaran tunai, gabungan beberapa metode, dan sebagian (uang muka) berlaku seperti penjualan biasa, termasuk bukti pembayaran.
  7. Pesanan otomatis berstatus Selesai bila semua baris terkirim sudah ditagih seluruhnya dan semua tagihannya lunas.

Contoh perhitungan tagihan. Tamu memesan menu senilai Rp70.000. Outlet memakai biaya layanan 5% dan PB1 10%:

Menu

Hitungan
Jumlah
Rp70.000

Biaya layanan 5%

Hitungan
5% x 70.000
Jumlah
Rp3.500

Dasar pajak

Hitungan
70.000 + 3.500
Jumlah
Rp73.500

PB1 10%

Hitungan
10% x 73.500
Jumlah
Rp7.350

Total yang dibayar tamu

Hitungan
Jumlah
Rp80.850

Pajak PB1 dihitung dari menu ditambah biaya layanan, dan harga di menu selalu harga sebelum pajak.

Tagihan terpisah (split bill). Di jendela Minta tagihan, pilih baris dan jumlah berbeda untuk tiap tamu, lalu buat tagihan satu per satu. Satu baris boleh ditagihkan sebagian (misalnya 2 dari 3 porsi); jendela menampilkan sisa yang belum ditagih. Tiap tagihan menghitung biaya layanan dan pajaknya sendiri, jadi total beberapa tagihan bisa berbeda beberapa rupiah dari satu tagihan besar karena pembulatan.

Aksi pesananFungsi dan batasan
Ubah infoMengubah jumlah tamu, nama pelanggan, atau Catatan pesanan.
Pindah mejaMemindahkan pesanan ke meja kosong yang aktif.
Gabung pesananMenggabungkan pesanan lain yang masih terbuka ke pesanan ini. Pesanan sumber ditutup dan tidak boleh sudah punya tagihan (tertulis Sudah ditagih).
Batalkan pesananMembatalkan seluruh pesanan, wajib mengisi alasan. Tagihan yang masih berjalan harus dibatalkan dulu. Akibat pada stok dijelaskan di bagian Pembatalan.

Riwayat semua pesanan ada di F&B > Riwayat Pesanan, bisa dicari dengan kode atau nama pelanggan dan difilter menurut status.

Kesalahan umum
Baris yang belum dikirim ke dapur tidak bisa ditagih. Baris yang sudah masuk tagihan tidak bisa dibatalkan (tertulis Sudah ditagih); batalkan tagihannya dulu di Penjualan > Tagihan belum dibayar. Setelah tagihan dibatalkan, bagian yang ditagihnya kembali menjadi sisa.

7. Layar dapur

Setiap kali pelayan menekan Kirim ke dapur, terbentuk tiket dapur. Tiket muncul di F&B > Dapur dalam empat kolom menurut status. Layar menyegarkan diri tiap beberapa detik; bila koneksi terputus tampil tulisan Terputus, mencoba lagi.

Antre

Artinya
Baru masuk, belum dikerjakan. Pembatalan di tahap ini mengembalikan stok bahan.
Tombol
Masak

Dimasak

Artinya
Sedang dikerjakan.
Tombol
Siap

Siap

Artinya
Sudah selesai, menunggu diantar.
Tombol
Sajikan

Disajikan

Artinya
Sudah sampai ke tamu. Tersembunyi kecuali Anda mencentang Tampilkan yang sudah disajikan.
Tombol
-
  • Tombol Semua → status pada tiket mengubah semua baris tiket itu sekaligus. Tombol Kembali ke status memundurkan satu langkah bila salah klik.
  • Tanda Lama muncul pada tiket yang masih Antre atau Dimasak lebih dari 10 menit sejak dikirim.
  • Pelayan (izin F&B — pesanan) hanya bisa menandai baris yang Siap menjadi Disajikan (tombol Sajikan di pesanan). Masak dan Siap hanya untuk izin F&B — dapur atau F&B — kelola.
  • Klik Cetak pada tiket untuk mencetaknya lewat jendela cetak browser. Cetak langsung ke printer dapur khusus belum tersedia.
  • Klik Layar penuh untuk menampilkan layar di monitor dapur.

Stasiun dapur. Bila dapur terbagi (dapur panas, bar, pastry), buat stasiun supaya tiket langsung ke layar yang tepat.

  1. Buka F&B > Stasiun dapur (atau klik Kelola stasiun di layar Dapur), klik Tambah stasiun.
  2. Isi Nama stasiun, lalu centang Kategori menu yang dimasak di stasiun itu. Satu kategori hanya boleh di satu stasiun; memilihnya memindahkan dari stasiun lain.
  3. Centang Bawaan pada satu stasiun untuk menerima menu yang kategorinya belum dipetakan. Stasiun pertama otomatis menjadi bawaan, dan stasiun bawaan tidak bisa dihapus selama masih ada stasiun lain.
  4. Di layar Dapur, pilih stasiun lewat filter Semua stasiun.

Satu kali Kirim ke dapur dengan menu dari beberapa stasiun menghasilkan satu tiket per stasiun. Bila outlet belum punya stasiun, semua tiket tampil di satu layar.

8. Stok tertunda

Restoran sibuk sering memasak dulu sebelum pembelian bahan sempat dicatat. Akuntanzi tidak menolak pesanan karena stok di sistem kosong. Sebagai gantinya, bahan yang kurang dicatat sebagai stok tertunda: sistem tetap mengurangi bahan, mencatat biaya sementara, dan menyelesaikannya otomatis begitu pembelian yang sesuai dimasukkan.

Contoh. Air mineral punya sisa 4 botol, biaya Rp2.000 per botol. Pesanan memakai 6 botol.

  • 4 botol diambil dari stok dengan biaya aslinya, Rp8.000.
  • 2 botol sisanya menjadi stok tertunda dengan biaya sementara Rp4.000 (dari biaya terakhir). Pesan di layar: 6 baris dikirim ke dapur (2 menunggu stok).
  • Kemudian pembelian 10 botol seharga Rp1.000 per botol dicatat. Sistem otomatis menyelesaikan 2 botol tertunda dengan biaya aktual Rp2.000, dan selisih Rp2.000 mengurangi HPP.
  • Sisa 8 botol dari pembelian itu menjadi stok biasa.

Memantau. Buka F&B > Stok Tertunda. Filter Outlet dan Status (Terbuka atau Selesai) tersedia. Tiap baris menampilkan Bahan, Dibuka, umur, Jumlah, Sudah diselesaikan, Sisa, Nilai sementara, dan Nilai aktual. Klik sebuah baris untuk melihat dokumen dapur asal dan Riwayat penyelesaian. Di Beranda muncul pengingat bila stok tertunda sudah lama atau ada yang biayanya tidak diketahui.

  • Biaya sementara diambil dari biaya stok terakhir bahan itu. Bila bahan belum pernah dibeli dan tidak punya harga beli di katalog, tertulis Biaya tidak diketahui dan HPP sementara dicatat Rp0, sehingga laba bisa tampak lebih tinggi dari sebenarnya sampai pembelian dicatat.
  • Bila Batas umur atau Batas nilai di Pengaturan F&B terlampaui, Kirim ke dapur ditolak dengan pesan yang menyebut batas mana yang terlewati. Catat pembelian atau lakukan stock opname untuk membukanya lagi.
  • Bahan yang kedaluwarsa tidak dipakai untuk memenuhi pesanan; bagian itu juga menjadi stok tertunda.
Catat pembelian secepatnya
Stok tertunda bukan pengganti pencatatan pembelian. Semakin lama dibiarkan, semakin besar HPP sementara yang belum pasti. Bila pembelian yang menyelesaikannya diubah atau dihapus, penyelesaiannya dilepas dulu lalu dihitung ulang terhadap pembelian baru.

Stock opname juga memperhitungkan stok tertunda: bahan yang punya stok tertunda dihitung per barang, bukan per lot.

9. Pembatalan: stok kembali atau terbuang

Nasib bahan pada baris yang dibatalkan bergantung pada seberapa jauh dapur sudah mengerjakannya.

Kondisi baris saat dibatalkanYang terjadi
Draf (belum dikirim)Tidak ada efek pada stok dan pembukuan.
Sudah dikirim, status Antre (belum dimasak)Stok bahan dipulihkan: baris tertulis stok dipulihkan. Bahan kembali ke lot asalnya, dan bila sebagian tadinya stok tertunda, bagian itu dikurangi.
Sudah dikirim, status Dimasak, Siap, atau DisajikanBahan dianggap terbuang: nilainya dipindahkan dari HPP ke akun Beban Bahan Terbuang. Baris tertulis bahan terbuang.
  1. Buka pesanan, klik Batalkan baris pada baris yang dimaksud (atau Batalkan pesanan untuk seluruhnya).
  2. Isi alasan, lalu konfirmasi lewat Batalkan baris atau Batalkan pesanan. Dialog menjelaskan apakah stok dipulihkan atau bahannya dicatat terbuang.
Perhatikan saat membatalkan
Cek status tiket di layar Dapur sebelum membatalkan. Bila juru masak sudah menekan Masak, bahan tercatat terbuang meskipun hidangan belum diantar. Pembatalan sebagian jumlah dalam satu baris tidak ada: batalkan barisnya lalu buat baris baru.

10. Dapur pusat dan produksi

Jaringan outlet sering membuat saus, bumbu dasar, atau adonan di satu dapur pusat, lalu mengirimnya ke outlet. Fitur produksi mencatat pembuatan itu sebagai batch: bahan keluar dari stok, hasilnya masuk sebagai stok baru dengan biaya lengkap.

  • Cabang dapur pusat harus berperan Dapur pusat di Pengaturan F&B. Bila tidak, halaman Produksi dapur menampilkan Produksi hanya di dapur pusat beserta tombol ke Pengaturan F&B.
  • Hasil produksi harus punya resep barang setengah jadi bermode Setengah jadi (diproduksi & disimpan) yang statusnya aktif.
  • Isi Masa simpan (hari) pada item hasil produksi bila ingin tanggal kedaluwarsa lot terisi otomatis.
  1. Pilih cabang dapur pusat sebagai sesi, lalu buka F&B > Produksi dapur dan buat batch baru.
  2. Pilih Resep dan isi Rencana hasil dalam satuan dasar barang hasil, tanggal, dan Catatan.
  3. Di bagian Biaya tambahan, klik Tambah biaya bila ada tenaga kerja atau overhead (listrik, gas). Pilih Jenis (Tenaga kerja atau Overhead), Kategori beban, dan Nominal. Biaya ini diambil dari kategori beban yang sudah Anda catat di tempat lain.
  4. Simpan. Batch berstatus Draf, dan halaman detail memperlihatkan Kebutuhan bahan (Butuh, Tersedia, Kurang) beserta perkiraan biaya.
  5. Bila semua bahan cukup, klik Selesaikan. Isi hasil aktual, yang boleh berbeda dari rencana (susut, hasil lebih sedikit), lalu klik Selesaikan batch. Pesan berisi biaya per satuan.
  6. Batch yang selesai membentuk lot baru. Nomor batch lot sama dengan kode batch produksi, dan tanggal kedaluwarsanya adalah tanggal produksi ditambah Masa simpan.

Contoh. Batch saus: bahan Rp14.800 + tenaga kerja Rp20.000 + overhead Rp5.000 = total biaya Rp39.800. Rencana hasil 1.000 g, hasil aktual 950 g. Biaya per gram = 39.800 / 950 = sekitar Rp41,89. Seluruh Rp39.800 menjadi nilai lot hasil.

Kesalahan umum
Bahan yang kurang menolak penyelesaian batch (tertulis Kurang), bukan menjadi stok tertunda. Tambahkan stok bahan atau kurangi rencana hasil. Batch Draf bisa dibatalkan; batch yang sudah selesai tidak bisa dibatalkan atau diubah dari sini.

11. Transfer stok antar cabang

Transfer stok memindahkan bahan dari satu cabang ke cabang lain dalam dua langkah, seperti kiriman paket: cabang asal mengirim, cabang tujuan menerima. Selama di jalan, nilainya disimpan di akun Persediaan Dalam Perjalanan sehingga tidak hilang dari pembukuan. Pastikan akun itu sudah diisi di Pengaturan F&B; kalau belum, halaman Transfer stok menampilkan peringatan.

Mengirim (dari cabang asal).

  1. Pilih cabang asal sebagai sesi, buka F&B > Transfer stok, klik Kirim stok.
  2. Pilih Cabang tujuan dan Tanggal kirim (tidak boleh di masa depan).
  3. Klik Tambah barang, pilih barang, dan isi Jumlah dalam satuan dasar barang. Satu barang hanya boleh di satu baris.
  4. Klik Kirim stok. Stok keluar dari lot yang paling dulu kedaluwarsa; lot kedaluwarsa tidak ikut dikirim. Bila stok layak pakai tidak cukup, pengiriman ditolak dengan pesan Stok tidak cukup untuk dikirim.

Menerima (dari cabang tujuan). Ganti cabang sesi ke cabang tujuan, buka transfernya (tab Masuk), lalu klik Terima. Isi Diterima per barang, atau klik Terima semua sisa. Penerimaan boleh bertahap. Barang masuk dengan biaya, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa yang sama dengan yang dikirim. Status transfer berubah dari Dalam perjalanan menjadi Diterima sebagian, lalu Diterima.

SituasiTindakan
Sebagian barang tidak akan pernah datangDari cabang tujuan klik Tutup dengan selisih. Nilai sisa yang tidak datang dibebankan ke Beban Bahan Terbuang di cabang tujuan. Tidak bisa dibatalkan.
Salah kirim dan belum ada yang diterimaDari cabang asal klik Batalkan transfer. Stok kembali ke lot asalnya. Setelah ada penerimaan, pembatalan tidak bisa lagi.

Contoh. Saus 4.000 g bernilai Rp40.000 dikirim dari dapur pusat ke outlet. Hanya 3.900 g tiba. Saat dikirim: nilai Rp40.000 pindah dari persediaan dapur pusat ke akun dalam perjalanan. Saat diterima 3.900 g: Rp39.000 masuk ke persediaan outlet. Sisa 100 g (Rp1.000) ditutup dengan selisih menjadi Beban Bahan Terbuang.

Dokumen transfer terkunci
Dokumen kirim dan terima yang dibuat otomatis tidak bisa diubah atau dihapus di menu Dokumen. Koreksi hanya lewat pembatalan transfer sebelum penerimaan, atau tutup dengan selisih. Transfer memakai satuan dasar saja.

12. Permintaan stok

Outlet yang kehabisan bahan bisa meminta ke dapur pusat atau cabang pemasok lain. Permintaan stok hanya koordinasi: pemasok menyetujui jumlahnya, lalu mengirim lewat Transfer stok. Permintaan itu sendiri tidak memengaruhi stok atau pembukuan.

Dari outlet peminta.

  1. Buka F&B > Permintaan stok dan buat permintaan baru.
  2. Pilih Cabang pemasok, isi Tanggal dibutuhkan (opsional), lalu klik Tambah barang dan isi Jumlah per barang.
  3. Klik Simpan draf untuk menyimpan dulu, atau Ajukan untuk langsung mengirim ke pemasok. Draf bisa diubah atau dihapus sampai diajukan.
  4. Permintaan yang sudah diajukan masih bisa dibatalkan dengan Batalkan permintaan selama belum dikirim.

Dari cabang pemasok (ganti sesi ke cabang pemasok, lihat tab Masuk).

  1. Klik Tinjau dan setujui. Isi jumlah Disetujui per barang; 0 berarti barang itu tidak disetujui. Kolom Stok layak hanya indikasi stok pemasok, bukan pemesanan stok. Klik Setujui sesuai diminta untuk mengisi semuanya sekaligus. Jumlah disetujui tidak boleh melebihi yang diminta.
  2. Atau klik Tolak dan isi alasan yang akan terlihat oleh peminta. Permintaan yang ditolak tidak bisa diajukan lagi, tetapi peminta dapat memakai Salin jadi permintaan baru.
  3. Setelah disetujui, klik Kirim stok. Formulir transfer terisi dari permintaan, jumlah boleh dikurangi tetapi tidak boleh melebihi sisa yang disetujui. Satu permintaan boleh dipenuhi lewat beberapa transfer.
  4. Bila sisa tidak akan dikirim, klik Tutup (hanya setelah ada transfer) dan isi alasan. Permintaan menjadi Terpenuhi dengan tanda Ditutup kurang.

Status permintaan: Draf, Diajukan, Disetujui, Ditolak, Terpenuhi, dan Dibatalkan. Setiap permintaan menyimpan Riwayat siapa mengajukan, menyetujui, dan menutup. Beranda memunculkan pengingat bila permintaan terlalu lama menunggu persetujuan atau belum dikirim.

13. Purchase order dan penerimaan barang

Purchase order (PO) adalah rencana pembelian ke vendor. PO dibuat sekali untuk satu atau beberapa cabang tujuan, lalu barangnya diterima per cabang. PO sendiri tidak mencatat pembukuan; pembelian baru tercatat saat barang diterima.

Membuat PO.

  1. Buka F&B > Purchase order, klik Buat purchase order.
  2. Pilih Vendor (kontak dengan peran Vendor), tanggal PO, dan Perkiraan tiba (opsional; pengingat muncul bila lewat).
  3. Klik Tambah barang. Untuk tiap baris pilih Cabang tujuan, barang, Jumlah, Satuan, Harga, dan Pajak. Harga tidak termasuk pajak; pajak diambil dari kode pajak katalog.
  4. Klik Simpan draf, atau Pesan bila sudah final. Draf masih bisa diubah atau dihapus. PO yang dipesan siap diterima.

Menerima barang. Ganti sesi ke cabang tujuan lalu buka PO-nya, klik Terima barang.

  1. Pilih Metode pembayaran: Tunai bila langsung dibayar, atau Utang bila dibayar kemudian (isi Jatuh tempo bila perlu).
  2. Isi Jumlah diterima per baris untuk cabang ini; kosongkan baris yang belum datang. Jumlah tidak boleh melebihi sisa PO.
  3. Harga dan pajak terisi dari PO dan boleh diubah bila tagihan vendor berbeda. Isi Nomor batch dan Kedaluwarsa bila ada.
  4. Klik Terima. Barang masuk sebagai pembelian di cabang itu, lengkap dengan lot dan pembukuannya, dan sisa PO berkurang.
  • Status PO: Draf, Dipesan, Diterima sebagian, Diterima, Dibatalkan.
  • Cetak PDF menghasilkan dokumen PO untuk dikirim ke vendor, memuat identitas perusahaan, daftar barang per cabang tujuan, pajak, dan catatan.
  • Tutup sisa dipakai bila sisa barang tidak akan datang; PO dianggap selesai dan perlu alasan.
  • Batalkan PO hanya bisa selama belum ada penerimaan aktif. Batalkan terima menghapus dokumen pembelian dan mengembalikan sisa PO, tetapi ditolak bila stoknya sudah terpakai atau sudah diretur.
  • Retur pembelian dibuat seperti biasa di menu Dokumen dan tidak membuka kembali sisa PO.

14. Laporan F&B

Laporan-laporan baru ini memakai rentang tanggal yang harus berada dalam satu tahun kalender, dan bisa dibatasi ke cabang tertentu (kosong berarti semua cabang yang boleh Anda lihat).

Penjualan menu (F&B > Penjualan menu). Per outlet: menu teratas dengan Porsi, Pendapatan, dan Pesanan, penjualan Per kategori, serta grafik Hari ramai dan Jam ramai. Jam ramai dihitung dari jam pesanan dikirim ke dapur. Tanggal penjualan adalah tanggal pembayaran pertama tagihan, dan pendapatan belum termasuk pajak dan biaya layanan. Pilih Pendapatan atau Jumlah porsi pada Grafik menurut.

Food cost (F&B > Food cost). Membandingkan dua angka per outlet dan total:

AngkaArtinya
Food cost aktualBahan yang benar-benar keluar dari stok: yang dikirim ke dapur, dikurangi yang dipulihkan karena pembatalan, ditambah selisih stock opname yang kurang, selisih transfer yang ditutup, dan selisih penyelesaian stok tertunda.
Food cost teoritisBahan yang seharusnya terpakai menurut resep untuk semua porsi yang dikirim. Bahan tanpa biaya dihitung Rp0.
SelisihAktual dikurangi teoritis. Selisih besar menandakan pemborosan, porsi tidak sesuai resep, bahan terbuang, atau stok bocor.

Contoh. Penjualan Rp424.000, food cost aktual Rp129.640 (30,6% dari penjualan), teoritis Rp78.840 (18,6%). Selisih Rp50.800 cukup besar sehingga perlu dicek; dalam contoh ini sebagian besarnya berasal dari bahan terbuang karena pembatalan.

Status tiap outlet: Sehat di bawah 35%, Waspada 35 sampai 40%, Bahaya di atas 40%. Ambang ini bisa Anda ubah di kartu Ambang status (dengan izin F&B — kelola): isi Sehat di bawah (%) dan Bahaya di atas (%), lalu Simpan ambang. Kembalikan ke bawaan untuk memulihkan angka 35 dan 40. Klik Tampilkan rincian per bahan untuk melihat selisih jumlah dan rupiah tiap bahan. Komponen berlabel tidak dijumlahkan hanya informasi, karena sudah termasuk di angka lain.

Laba rugi per cabang (Laporan > Laba rugi per cabang). Laba rugi tiap cabang berdampingan, plus matriks bulan x cabang lewat Bulan x cabang. Bebannya hanya yang dicatat di cabang itu; biaya kantor pusat tidak dibagikan ke outlet.

Ringkasan shift kasir (Laporan > Ringkasan shift kasir). Selisih kas, jumlah shift, per cabang, per kasir, dan per metode pembayaran. Kasir tanpa izin laporan hanya melihat shift miliknya sendiri. Cara kerja shift kasir (buka dengan kas awal, tutup dengan hitung kas fisik) ada di menu Shift kasir. Cabang dapat mewajibkan shift lewat opsi Wajib shift kasir, sehingga pembayaran tagihan ditolak bila kasir belum membuka shift.

Untuk akuntan

Untuk akuntan
  • Penjualan restoran dicatat sebagai tagihan kasir biasa pada pembayaran pertama: Dr Kas atau Piutang, Cr Pendapatan menu, Cr Pendapatan biaya layanan, Cr Utang pajak PB1. Contoh tagihan Rp80.850: Dr Kas 80.850 / Cr Pendapatan 70.000 / Cr Pendapatan service charge 3.500 / Cr Utang pajak PB1 7.350. Biaya layanan masuk dasar pengenaan PB1.
  • PB1 adalah pajak daerah (tipe REGIONAL) dengan akun penjualan berkategori liabilitas. Ia tidak ikut kompensasi PPN, tidak mengunci masa PPN, dan dilaporkan pada blok Pajak Daerah di Rekap Pajak Per Masa.
  • Pengiriman ke dapur memposting satu dokumen pengurangan stok per aksi kirim: Dr HPP / Cr Persediaan pada akun lot asal, biaya sesuai FEFO tanpa lot kedaluwarsa. Barang kemasan yang sudah keluar lewat dapur tidak dihitung HPP lagi saat dibayar.
  • Stok tertunda: bagian yang tidak tercukupi stok menjadi Dr HPP (biaya sementara) / Cr Akun perantara stok tertunda. Pembelian yang datang menyelesaikannya per lot dengan jurnal Dr Akun perantara (biaya sementara) / Cr Persediaan akun lot (biaya aktual) / Dr atau Cr HPP (selisih). Contoh air mineral 2 botol: Dr Perantara 4.000 / Cr Persediaan 2.000 / Cr HPP 2.000. Tanggal jurnal penyelesaian adalah yang lebih akhir antara tanggal pembelian dan tanggal dokumen dapur, dan tunduk pada penutupan periode.
  • Bila biaya sementara tidak diketahui, HPP sementara Rp0. Laporan Laba Rugi dan Neraca memberi peringatan bila ada stok tertunda berbiaya tidak diketahui yang dibuka pada periode yang sudah ditutup.
  • Pembatalan baris yang belum dimasak: bagian tertunda dikurangi dengan Dr Perantara / Cr HPP (biaya sementara), sisanya dikembalikan ke lot asal pada biaya aslinya lewat dokumen penambahan stok: Dr Persediaan / Cr HPP. Pembatalan setelah dimasak: reklasifikasi Dr Beban Bahan Terbuang / Cr HPP pada biaya baris, dengan bagian tertunda pada biaya sementaranya (selisih ke biaya aktual tetap di HPP).
  • Produksi dapur pusat memposting dua dokumen: pemakaian bahan Dr Barang dalam proses / Cr Persediaan lot, ditambah biaya tambahan Cr akun kategori beban yang dipilih; lalu hasil Dr Persediaan hasil / Cr Barang dalam proses sebesar seluruh nilai. Contoh: Dr Barang dalam proses 39.800 / Cr Persediaan 14.800 / Cr Beban tenaga kerja 20.000 / Cr Beban overhead 5.000, lalu Dr Persediaan saus 39.800 / Cr Barang dalam proses 39.800. Tenaga kerja dan overhead adalah pembebanan dari beban yang sudah dicatat, sehingga akun beban asal bisa bersaldo kredit bila yang dibebankan melebihi yang dicatat.
  • Transfer stok: kirim Dr Persediaan Dalam Perjalanan / Cr Persediaan cabang asal pada biaya lot; terima Dr Persediaan cabang tujuan / Cr Persediaan Dalam Perjalanan pada biaya yang sama (lot baru mewarisi biaya, batch, dan kedaluwarsa). Tutup dengan selisih: Dr Beban Bahan Terbuang / Cr Persediaan Dalam Perjalanan di cabang tujuan. Setelah semua selesai, akun dalam perjalanan kembali ke nol.
  • Penerimaan PO adalah dokumen Pembelian biasa di cabang tujuan (Tunai atau Utang, dengan jatuh tempo dan kode pajak dari katalog). PO dan permintaan stok tidak menghasilkan jurnal.
  • Dokumen otomatis F&B (kirim ke dapur, pemulihan stok, produksi, kirim dan terima transfer, penerimaan PO) berasal dari modul dan terkunci dari ubah atau hapus di menu Dokumen. Koreksi lewat alur modulnya.
  • Food cost aktual pada laporan = HPP dokumen dapur - pemulihan + selisih opname kurang + selisih transfer + selisih penyelesaian stok tertunda; bahan terbuang dan selisih opname lebih ditampilkan sebagai informasi dan tidak dijumlahkan lagi. Food cost teoritis memakai konsumsi snapshot baris pesanan dikalikan biaya per satuan dari dokumen dapurnya. Ambang status disimpan per perusahaan.
  • Laba rugi per cabang memakai filter yang sama dengan Laporan Laba Rugi (tanpa jurnal penutupan, saldo menurut sisi normal kategori akun), sehingga kolom Total sama dengan laporan lama bila semua cabang dipilih.

Langkah berikutnya

Untuk satuan dan stok bahan, lihat panduan Stok. Untuk pajak transaksi dan rekap pajak, lihat panduan Pajak. Untuk laporan keuangan lengkap, lihat panduan Laporan.